“Bagaimana mungkin kita bicara keadilan jika ada buruh yang tak bisa salat Jumat karena jam kerja tak fleksibel? Atau pekerja Hindu yang tak diberi kesempatan merayakan Nyepi? Ini bukan sekadar masalah regulasi, tapi ujian bagi kemanusiaan kita,” tegasnya, dengan raut wajah yang menampakkan kepedulian mendalam.
Di penghujung pertemuan, Kang Gugun menyampaikan pesan penutup yang mengalir dari hati:
“Kepada seluruh pekerja Indonesia, izinkan saya berucap: terima kasih.
Terima kasih untuk setiap kali kalian bangun sebelum fajar menyingsing,
untuk setiap doa yang kalian panjatkan di sela deru mesin pabrik,
untuk setiap senyum yang kalian pertahankan meski lelah menggeluti.
Percayalah, di balik semua kesulitan yang kalian hadapi,
ada harapan yang tumbuh,
ada negeri yang berhutang budi,
dan ada Tuhan yang mencatat setiap keringat sebagai amal.

Selamat Hari Buruh 2025. Mari terus berjalan bersama, karena kalian bukan hanya pahlawan ekonomi, tapi juga pilar penjaga harmoni bangsa.

JAN



