Teropongistana.comPandeglang – Terminal Cadasari di Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Banten, yang dibangun sejak tahun 2018 dengan anggaran mencapai Rp1,6 miliar, hingga kini belum juga difungsikan. Kondisi mangkraknya terminal angkutan umum tipe C tersebut menuai sorotan dari berbagai elemen masyarakat, 30 Mei 2025.

Salah satu kritik datang dari penggiat seni dan lingkungan dari komunitas Mata Tunas 17, Putri. Ia menyayangkan proyek tersebut yang dinilai tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kalau terminal sudah selesai tapi tidak digunakan, pasti ada masalah. Bisa jadi dari awal perencanaannya tidak matang atau tidak melibatkan banyak pihak. Bahkan ada dugaan proyek ini hanya untuk mengeruk anggaran,” ujar Putri.

Ia juga menyoroti bahwa keberadaan terminal ini justru berpotensi menimbulkan kemacetan jika dioperasikan. “Jika terminal ini difungsikan, kendaraan dari arah Serang harus membelok dan berhenti, bertabrakan arus dengan kendaraan dari arah Pandeglang dan Petir. Ini sangat tidak efisien,” tambahnya.

Lebih lanjut, Putri mengungkapkan bahwa saat ini terminal tersebut malah sering digunakan untuk pasar malam selama bulan Ramadan hingga menjelang Lebaran, bukan sesuai fungsi awalnya.

“Wajar jika masyarakat menduga pembangunan terminal ini dipaksakan hanya untuk menghabiskan anggaran. Kami mendesak aparat penegak hukum segera memeriksa pihak-pihak terkait karena anggaran sebesar itu tidak bisa dibiarkan sia-sia,” tegasnya.