Ia menilai, selama ini pemerintah daerah belum optimal dalam menangani ketiga jalur tersebut, terutama di wilayah Papua Tengah.

“Negara sudah siapkan anggaran besar, tapi kenyataannya hingga kini kita masih menghadapi masalah serius, seperti buta aksara yang masih ada di berbagai daerah, rakyat yang belum hidup tenang, dan masalah kesehatan yang belum tuntas. Ini menjadi tanda tanya, apakah Indonesia bisa mencapai visi Generasi Emas 2045?” ungkapnya.

Yusak menegaskan, jika visi besar tersebut tidak tercapai, maka perlu dipertanyakan siapa yang harus bertanggung jawab. Ia berharap dengan anggaran besar yang sudah disiapkan Presiden Prabowo, Papua Tengah bisa mendapat perhatian khusus agar ketertinggalan di sektor pendidikan bisa segera teratasi.

“Selama ini pendidikan di Papua Tengah masih tertinggal karena tidak ada yang serius mengurusnya. Kami sangat berharap pemerintah pusat melalui Presiden Prabowo dapat memberikan perhatian khusus bagi Papua Tengah,” pungkasnya.