“Boleh dong kami sebagai masyarakat menilai seperti itu atau menaruh curiga seperti ini. Informasinya juga engga ada, nilainya berapa, siapa yang mengerjakan, uang dari mana asalnya. Semuanya kan serba engga jelas.” tutur Ahmed

Sementara itu, Seorang perangkat Desa di Kadu Agung Barat bernama Dede menjelaskan bahwa papan informasi yang seharusnya di pasang itu telah hilang. Menurut Dede hilangnya papan informasi tersebut tertiup angin.

“Ngancleng kang tertiup angin, sebelumnya memang ada tapi skrng hilang engga tau kemana,” kata Dede

Kemudian, Dede menjelaskan bahwa anggaran pembangunan Balai Kemasyarakatan tersebut bersumber dari anggaran Dana Desa (DD) Senilai RP500 juta Lebih.

“Anggaran dana desa yang di gunakan untuk pembangunan Balai Kemasyarakatan sejumlah Rp500 juta Lebih,” pungkasnya (David/Red)