Terakhir, ia mengingatkan bahwa selama 10 tahun kepemimpinannya, Jokowi telah membentuk sebuah konstruksi kekuasaan yang kuat, namun tertutup dari pertanggungjawaban atas hal-hal mendasar seperti keaslian dokumen pribadi. “Publik hanya meminta transparansi. Bukan soal siapa menjatuhkan siapa. Ini soal integritas seorang pemimpin,” pungkas Rocky.