Jika dukungan mengalir, desakan tersebut berpotensi menjadi “bola salju” yang sulit dibendung. Apalagi, beredar kabar bahwa Bahlil sudah tidak lagi mendapat dukungan penuh dari Istana karena dinilai lebih loyal kepada Presiden Joko Widodo daripada Presiden Prabowo Subianto.
Situasi internal Golkar pun kini diibaratkan “api dalam sekam” di permukaan tampak tenang, tetapi di dalamnya menyimpan bara yang sewaktu-waktu bisa meledak dan menjatuhkan sang ketua umum.
Baca JugaGSBK: KPK Jangan Bersandiwara di Kasus Duggaan Korupsi Libatkan Indra IskandarJumat, 8 Agustus 2025



