PT IPA diduga memberikan uang Rp600 juta kepada Risna sebagai bagian dari komitmen fee dari nilai kontrak proyek tersebut.

Risna disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.