Teropongistana.com Jakarta Utara – Suasana pemilihan Ketua RW10 di Apartemen Greenbay Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, masih memanas. Rapat yang seharusnya menjadi wadah demokrasi warga justru diwarnai ketegangan, adu mulut, hingga munculnya mosi tidak percaya terhadap panitia maupun hasil pemilihan.
Ketegangan mulai terasa sejak awal musyawarah pada Jumat malam 15 Agustus 2025. Rapat baru dimulai sekitar pukul 20.32 WIB, namun warga sudah menyoroti tidak adanya susunan acara yang jelas.
Panitia dianggap terburu-buru dalam membuka jalannya musyawarah tanpa memberikan penjelasan mekanisme pemilihan yang transparan.
Ketegangan semakin meningkat ketika Lurah Pluit, Ahmad Faizal, yang hadir dalam rapat justru menginstruksikan agar beberapa warga keluar dari ruangan. Kebijakan ini memicu kemarahan, sebab warga merasa hak mereka untuk menyampaikan pendapat dan ikut serta dalam musyawarah diabaikan.
“Bagaimana mungkin pemilihan RW dilakukan kalau warga tidak diberi kesempatan bicara? Ini hak demokrasi kami,” ujar seorang warga dengan nada kesal.
Warga lain yang hadir menilai tindakan lurah justru memperkeruh suasana. Adu mulut pun tak terhindarkan antara dua kubu warga yang berbeda pandangan mengenai jalannya musyawarah. Situasi sempat tidak kondusif hingga pihak keamanan harus turun tangan untuk menenangkan ruangan.

