Selanjutnya, Juhendi menambahkan bahwa masyarakat adat sejatinya bukan sekadar pelaku tradisi, melainkan “perpustakaan hidup” yang menyimpan kekayaan pengetahuan. Menurutnya, praktik pengetahuan dan teknologi tradisional menjadi kunci untuk memahami hubungan harmonis antara manusia dengan alam, serta manusia dengan leluhurnya.

Sementara sarasehan berlangsung di Ajeng Kasepuhan, di lokasi lain suasana meriah juga tampak dari kegiatan Festival Objek Pemajuan Kebudayaan. Di panggung utama, berlangsung lomba mendongeng dalam bahasa Sunda yang diikuti para siswa SMP sederajat. Di sisi lain, tepat di depan Ajeng Kasepuhan, para peserta berlomba menuangkan kreativitas melalui cerita bergambar dengan tema kedaulatan pangan.

Baca Juga367 Pelaku UMK Kota Sukabumi Terima Qardhul HasanMinggu, 21 September 2025
Sosialisasi dan Penyaluran Manfaat Wakaf, Penyerahan Sertifikat Halal, serta Santunan Anak Yatim

Seren Taun Cisungsang kali ini kembali memperlihatkan bagaimana tradisi mampu berdampingan dengan kreativitas generasi muda. Lebih dari sekadar perayaan adat, Seren Taun menjadi ruang belajar bersama yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan, sekaligus menegaskan bahwa pengetahuan dan teknologi tradisional tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat.