1. Menuntut Trans7 untuk segera menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf terbuka kepada publik dan dunia pesantren.
2. Mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk melakukan investigasi resmi terhadap tayangan Xpose Uncensored dan menjatuhkan sanksi bila ditemukan pelanggaran kode etik jurnalistik.

2. Mendorong evaluasi total terhadap tim redaksi dan produser program yang menayangkan konten tendensius tersebut.
3. Meminta seluruh media nasional lebih selektif dan profesional dalam mengangkat isu keagamaan dan sosial.
Aksi Berlangsung Kondusif
Selama aksi berlangsung, peserta tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan anarkis.
Petugas keamanan dan kepolisian yang berjaga turut membantu mengatur lalu lintas di sekitar lokasi untuk menghindari kemacetan panjang.
Sekitar pukul 13.00 WIB, massa aksi membubarkan diri secara tertib setelah menyerahkan surat tuntutan resmi kepada perwakilan manajemen Trans7.

Didik Setiawan menegaskan, aksi ini bukan bentuk permusuhan terhadap media, melainkan peringatan moral agar dunia jurnalistik Indonesia tetap berpegang pada nilai etika, kejujuran, dan tanggung jawab sosial.
“Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang. Dunia pesantren bukan objek sensasi, tetapi bagian dari solusi bangsa,” tegas Didik.




