“Kepahlawanan bukan sekadar kemegahan personal. Di dalamnya terdapat makna yang jauh lebih utama yaitu sebagai kompas moral bagi kehidupan bersama dalam menuju masa depan,” ujar pemimpin organisasi sayap pemuda Partai Demokrat itu
“Alasan rekonsiliasi pun, menurut saya sebuah sikap inkonsistensi dari negara. Seharusnya negara juga berlaku fair dengan mengakui peran para tokoh-tokoh “kiri” Indonesia, dimana mereka juga turut berjuang melawan kolonialisme dan imperialisme,” imbuhnya.
Baca JugaSukseskan Program Asta Cita, Projo Banten Siapkan Gelombang Politik GabungJumat, 7 November 2025

Gus Farkhan berharap bangsa ini mempunyai keberanian untuk mengakui sejarahnya sendiri dan mengajarkan sikap konsisten, agar di kemudian hari bisa menjadi pelajaran moral yang akan diwariskan kepada generasi muda.


