Pada kesempatan yang sama Anggota DPR RI Komisi VIII dan Pengasuh Pesantren Ekologi Al-Mizan, KH Maman Imanulhaq, menyampaikan bahwa guru beradab adalah fondasi utama dalam mencetak generasi bermartabat.

“Guru yang beradab akan melahirkan murid yang berkarakter. Pendidikan tidak cukup dengan kecerdasan, tapi harus menumbuhkan empati dan tanggung jawab sosial,” ujar Kiai Maman.

Kiai Maman juga menekankan pentingnya memperjuangkan kesejahteraan guru madrasah yang sering kali menjadi pejuang sunyi di pelosok negeri. Menurutnya, pemerintah dan parlemen harus terus berkolaborasi agar guru madrasah mendapatkan dukungan yang layak baik dalam hal kompetensi, fasilitas, maupun penghargaan.

“Jangan biarkan guru berjuang sendirian. Mereka bukan hanya pahlawan tanpa tanda jasa, tapi penjaga moral bangsa. Negara harus hadir, memastikan guru madrasah sejahtera, dihormati, dan diberdayakan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa di era digital, guru harus menjadi agen moderasi beragama dan penjaga nilai kemanusiaan.

“Teknologi boleh mengubah cara belajar, tapi jangan sampai menghapus nilai adab. Guru harus tetap menjadi teladan bukan hanya di kelas, tapi juga di ruang digital,” kata Kiai Maman disambut tepuk tangan peserta.

Ia menambahkan, di era digital, guru madrasah perlu beradaptasi tanpa kehilangan ruh spiritualitas. Teknologi harus dimanfaatkan untuk memperluas akses dan memperkuat nilai. Digitalisasi boleh maju, tapi adab tetap jadi dasar.

Acara Kick Off ini menjadi pembuka rangkaian Hari Guru Nasional 2025 di lingkungan Kementerian Agama. Selain dialog inspiratif, kegiatan juga diisi dengan penandatanganan komitmen “Guru Beradab” oleh perwakilan guru madrasah Jawa Barat.

Turut hadir dalam acara tersebut Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Prof. Aan Jaelani, dan Anggota DPR RI Komisi VIII Selly Andriany Gantina, bersama jajaran Kementerian Agama serta tokoh pendidikan Islam Cirebon.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan komitmen kolektif untuk menjadikan guru madrasah sebagai motor kebangkitan pendidikan beradab di Indonesia.