Jin Hwan Cho telah mengirimkan tiga kali somasi melalui kuasa hukumnya Namun yang terjadi Justru PT Alpaca melalui Josiandy Wibowo selaku direktur malah melaporkan Jin Hwan Cho ke pihak kepolisian menuduh Jin Hwan Cho tidak punya Hak meyewakan dan melakukan penipuan.

“Analogi sederhananya ini ada orang ngontrak rumah, kemudian yang ngontrak gak mau bayar sewa sebagaimana mestinya, kemudian saat di usir sama yang punya rumah, yang mengontrak malah tidak mau pergi dan menuduh yang punya rumah tidak berhak menyewakan. Ini kan konyol,” kata Imron.

Imron mengungkapkan, beberapa bulan lalu Jin Hwan Cho juga menerima terror berupa tembakan yang merusak kaca rumahnya. Hal ini menyebabkan Jin Hwan Cho tidak berani lagi tinggal dirumahnya dan memilih mengungsi ditempat lain.
Pihak kuasa hukum telah melaporkan seluruh masalah ini ke Kepolisian.

“Saat ini status perkara sudah penyidikan. Namun atas perkara yang sedang berjalan tersebut terjadi intervensi oleh diduga
oknum PATI POLRI yang menjabat disalah satu Lembaga negara dan oknum anggota DPR RI Komisi III melalui kantor hukum miliknya,” ujarnya.

Dia menambahkan selain dibangun SPPG, terdapat juga Sekretariat salah satu Partai Politik terkemuka di lokasi yang bermasalah. Kemudian di lokasi tersebut juga dijadikan sebagai Kantor Sekretariat Ormas. Jin Hwan Cho telah mengalami kerugian ratusan Miliar Rupiah karena tidak dapat menguasai Kembali tanah dan bangunan miliknya.

“Bayangkan di lokasi yang bermasalah, dibangun SPPG, kemudian tiba-tiba ada kantor Parpol kemudian ada kantor Ormas, apa maksud dibalik semua ini? Kami menduga kuat ini adalah praktik mafia tanah yang dibantu Oknum PATI POLRI dan Oknum Politisi yang telah menyebabkan Klien saya mengalami kerugian Ratusan Miliar rupiah,” ujar Imron.

Sementara itu Hamdani yang diketahui salah satu kuasa hukum Fernando Iskandar alias (Joseph) dan Josiandy Wibowo, menolak menjelaskan soal MBG yang didirikan oleh Fernando Iskandar alias (Joseph) dan Trisya (Ketua Umum Yayasan Global CEO Indonesia).