“Sering banjir, tapi tidak pernah seperti ini,” kata Nirma, warga setempat, yang memilih bertahan di lantai dua.
Warga lain, Nde Surahman, mengevakuasi keluarga lansianya. “Ini baru sekarang sedalam ini,” ungkapnya.
BPBD Kota Sukabumi menyebut pemicu bencana adalah kombinasi cuaca ekstrem, penyumbatan sampah, dan buruknya drainase.
Tidak ada korban jiwa. Kerusakan material masih dihitung. Kebutuhan mendesak saat ini adalah terpal untuk rumah warga yang atapnya rusak.
Peringatan Alam yang Tidak Bisa Lagi Diabaikan Air mulai surut, tetapi pekerjaan belum selesai. Pendataan dan penanganan pasca-bencana masih berjalan. Setiap hujan deras kembali turun, kekhawatiran warga ikut datang.
Kota Sukabumi tidak tenggelam. Namun pesannya telak: masalah ini lebih besar daripada sekadar cuaca.

