Selain itu, sejumlah jurnalis juga menyampaikan bahwa akses liputan dan informasi resmi di lapangan masih terbatas, termasuk tidak adanya konferensi pers terbuka pada hari penutupan. Padahal kehadiran media sangat penting untuk memperluas gaung pesan inklusi dari acara ini. Kritik tersebut muncul bukan untuk mengurangi apresiasi, tetapi sebagai masukan konstruktif agar pelaksanaan selanjutnya bisa lebih terbuka dan mudah diakses.

Cabang Hafalan 10 Juz
• Juara 1: Muhamad Abu Bakar (Pakistan)
• Juara 2: Ousmane Ba (Senegal)
• Juara 3: Hauwau Sani Muhammad (Nigeria)

Cabang Hafalan 20 Juz
• Juara 1: Amir Hadi Bayrami (Iran)
• Juara 2: Reihan Ahmad Maulana (Indonesia)
• Juara 3: Mohamed Hamed Amien AlMabrouk (Libya)

Cabang Hafalan 30 Juz Putra
• Juara 1: Ahmed Jaralah Abdulrahman (Iraq)
• Juara 2: Youssef Elsayed Alshaal (Mesir)
• Juara 3: Jabir Bilhadif (Maroko)

Cabang Hafalan 30 Juz Putri
• Juara 1: Zahra Khalili (Iran)
• Juara 2: Hibah Ash Shafadi (Arab Saudi)
• Juara 3: Malak Al-Hasyisyah (Tunisia)

Cabang Hafalan 30 Juz dengan Matan Al-Jazariah
• Juara 1: Jihad Muteb Al-Maliki (Arab Saudi)
• Juara 2: Mohammed Fazal Haleem (Pakistan)
• Juara 3: Dhafran Mohammed Shueai (Yaman)

Tanpa mengurangi penghargaan terhadap kerja keras panitia dan seluruh pihak, catatan mengenai keterjangkauan lokasi dan akses liputan menjadi pelajaran berharga. Ke depan, publik berharap kegiatan sebaik ini dapat diselenggarakan di lokasi yang lebih mudah dijangkau masyarakat umum, serta memberikan ruang yang lebih besar bagi media untuk menyampaikan pesan inklusi yang menjadi inti dari acara ini.

Apresiasi setinggi-tingginya tetap layak diberikan kepada seluruh peserta yang telah menghadirkan kemuliaan Al-Qur’an dan menginspirasi publik melalui keteguhan, bakat, dan semangat mereka. (Stn)