Teropongistana.com Sukabumi – Pengamat lingkungan Kota Sukabumi, Darwanto, menilai Pemkot Sukabumi tidak seharusnya mencari kambing hitam atas bencana banjir limpasan yang merendam puluhan rumah dan melumpuhkan akses di sejumlah titik wilayah kota, (6/12).

Ia menyoroti pernyataan Pemerintah Kota dan Wakil Wali Kota yang kembali menyinggung perilaku warga dan keberadaan bangunan liar di sepadan sungai.

“Jangan saling lempar kesalahan, apalagi menyalahkan rakyat. Bangunan liar itu fakta di lapangan. Ya tugas pemerintah mencari solusi, bukan menghindar. Mana janji kesejahteraan yang dulu disampaikan saat kampanye,” ujar Darwanto saat dimintai tanggapan.

BPBD Akui Bangli di Sepadan Sungai Memicu Penyempitan Sebelumnya, BPBD Kota Sukabumi mengakui keberadaan bangunan liar alias bangli di sepanjang sepadan sungai menjadi salah satu faktor penyebab banjir limpasan.

“Meskipun bukan satu-satunya penyebab, tapi benar ada bangunan liar berdiri di sepanjang sepadan sungai,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yosep Sabaruddin, kepada wartawan.

BPBD menegaskan tidak memiliki kewenangan menertibkan bangli itu. Penertiban diserahkan kepada dinas terkait. “Kami hanya menangani warga terdampak dan evakuasi. Penertiban bukan kewenangan BPBD,” ucapnya.