Forum itu pun, kata dia, bisa menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring dengan para pemimpin dunia dan CEO perusahaan global, demi membuka peluang investasi di sektor energi, infrastruktur, dan teknologi, sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang stabil dan prospektif.
Untuk itu, menurut dia, kunjungan kerja Presiden itu mencerminkan diplomasi yang tegas sekaligus bersahabat. Dalam hal ini, dia menilai Indonesia ingin menunjukkan kesiapan menjadi mitra setara yang berkontribusi pada stabilitas global, sambil tetap menjaga kepentingan nasional.
“Agenda Presiden Prabowo Subianto ke Inggris dan Swiss bukan hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga menghadirkan implikasi nyata bagi kesejahteraan rakyat melalui peningkatan investasi, perdagangan, serta reputasi Indonesia di mata dunia,’ tutup Dave.



