Teropongistana.com Jakarta – Tiga pegawai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34.13901 di kawasan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang oknum aparat, Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Salah satu staf SPBU, Mukhlisin (38), membenarkan adanya insiden tersebut saat ditemui di lokasi pada Senin. Ia menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pelanggan hendak mengisi BBM jenis Pertalite.

Baca Juga Komisi I DPR Dukung Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza Jumat, 20 Februari 2026
Komisi I Dpr Dukung Pengiriman Pasukan Tni Ke Gaza

Saat dilakukan pemindaian barcode, nomor polisi kendaraan tercatat sesuai dalam sistem. Namun, jenis kendaraan yang digunakan tidak cocok dengan data yang terdaftar. Sesuai prosedur operasional standar (SOP), petugas wajib memastikan kesesuaian data sebelum melayani pengisian Pertalite.

“Barcode-nya sesuai, tapi mobilnya tidak cocok dengan data yang terdaftar. Untuk Pertalite memang harus sesuai antara nomor polisi dan jenis kendaraan,” ujar Mukhlisin.

Karena ketidaksesuaian tersebut, petugas menolak pengisian Pertalite dan menawarkan solusi alternatif berupa pengisian Pertamax, yang tidak menggunakan sistem barcode.

Penolakan itu diduga memicu emosi pelanggan hingga berujung pada aksi kekerasan terhadap tiga pegawai SPBU.