“Apakah mereka benar-benar bekerja sesuai standar atau cuma formalitas belaka? Semua ini menunjuk satu hal jelas MBG lebih mikirin bisnis dan prosedur kosong daripada keselamatan anak-anak,” tuturnya
Menurut Irman, peristiwa ini bukan sekadar kelalaian, tetapi kegagalan penyelenggaraan yang nyata.

“Pemerintah dan penyelenggara wajib bertanggung jawab penuh. Evaluasi menyeluruh, transparansi total, dan perlindungan maksimal bagi anak-anak harus dilakukan,” katanya.
“Anak-anak seharusnya datang ke sekolah untuk belajar dan bermain, bukan menjadi tester menu absurd MBG” imbuhnya

Sebagai penutup, Irman menegaskan keresahannya sebagai anak daerah yang memiliki keluarga di Pulau Tello, termasuk ponakannya yang menjadi siswa di SD Negeri 071123.
“Peristiwa hari ini jelas membuktikan seberapa jauh program ini menyimpang dari tujuan aslinya,” tutup Irman Bunawolo.



