Sementara itu, di Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka, para kiai dari berbagai daerah di Jawa Barat berkumpul dan menyampaikan pernyataan bersama tentang pentingnya menghadirkan keseimbangan global serta penghentian perang melalui jalur diplomasi dan dialog kemanusiaan.
Di Islamic Centre Sumedang, pengurus, kader, dan simpatisan PKB bersama para alim ulama se-Kabupaten Sumedang menggelar doa bersama untuk kedamaian dunia. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Abuya KH Muhammad Muhyiddin Abdul Qadir serta Ketua DPC PKB Sumedang Taufik Nurrohim.
Selain itu, doa bersama juga dilaksanakan di Pondok Pesantren Mumtaz Mizani Subang yang melibatkan para santri, ulama, serta masyarakat sekitar sebagai bentuk solidaritas spiritual bagi terciptanya perdamaian dunia.
KH Maman Imanulhaq menegaskan bahwa Indonesia memiliki tradisi panjang dalam mempromosikan perdamaian dan dialog antarbangsa. Karena itu, menurutnya, suara moral dari para ulama, pesantren, dan masyarakat sipil sangat penting untuk terus disuarakan di tengah situasi dunia yang penuh ketegangan.
“Doa ini bukan sekadar ritual, tetapi pesan kemanusiaan dari Indonesia bahwa perdamaian adalah jalan terbaik bagi masa depan dunia,” tegasnya.
Melalui ikhtiar spiritual tersebut, Dewan Syura PKB berharap ketegangan global segera mereda dan para pemimpin dunia membuka jalan diplomasi demi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan. Umat Islam juga berharap agar pelaksanaan ibadah haji tahun ini dapat berjalan aman, lancar, dan penuh keberkahan, menjadi momentum persaudaraan serta pesan damai bagi seluruh umat manusia.





