Ia menegaskan, pendekatan diplomatik, baik secara bilateral maupun multilateral, menjadi kunci dalam meredakan ketegangan serta melindungi kepentingan nasional di tengah situasi yang tidak menentu.

“Pemerintah perlu segera melakukan diplomasi intensif untuk memastikan keselamatan warga negara dan aset nasional, termasuk kapal-kapal Pertamina yang saat ini terdampak. Diplomasi yang konstruktif dan kerja sama internasional sangat diperlukan untuk mencegah eskalasi konflik,” tegasnya.

Sebelumnya, Iran menyatakan Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali hingga Amerika Serikat mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Kebijakan penutupan tersebut kembali diberlakukan kurang dari 24 jam setelah sempat dibuka.