Teropongistana.com Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyayangkan penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran yang terjadi hanya berselang sekitar 12 jam setelah sebelumnya sempat dibuka.
Menurut Dave, kondisi tersebut mencerminkan rapuhnya stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah. Ia menilai situasi ini tidak hanya berdampak pada jalur perdagangan internasional, tetapi juga berpotensi mengganggu kelancaran pasokan energi global, termasuk bagi Indonesia.
“Penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran menunjukkan betapa rentannya stabilitas keamanan di kawasan. Hal ini berdampak luas, tidak hanya pada perdagangan internasional, tetapi juga terhadap pasokan energi dunia, termasuk Indonesia,” ujar Dave, Senin (20/4/2026).
Dave mengakui pemerintah telah melakukan diversifikasi pasokan energi dengan menjalin kerja sama strategis bersama sejumlah negara, termasuk Rusia. Namun demikian, ia mengingatkan agar ketergantungan terhadap jalur perdagangan internasional tetap diantisipasi secara serius.
“Diversifikasi pasokan energi memang penting dan sudah dilakukan, namun ketergantungan terhadap jalur perdagangan global tetap memerlukan kewaspadaan serta langkah antisipatif yang matang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dave mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret melalui jalur diplomasi guna memastikan keselamatan dua kapal tanker milik Pertamina yang hingga kini masih berada di kawasan Selat Hormuz.
