“Ada angka ketidakpuasan sebesar 25,63 persen yang tidak boleh diabaikan. Kelompok ini dapat dengan cepat membesar jika terjadi guncangan ekonomi di masa depan,” tambah Alip.
Rapor Hijau Menteri dan Program Unggulan
Dalam survei tersebut, sektor ekonomi, infrastruktur, dan pangan menjadi portofolio dengan kinerja terbaik. Tiga menteri dalam Kabinet Merah Putih meraih tingkat apresiasi tertinggi dari publik, yakni:
• Purbaya Yudhi Sadewa (76,12%)
• Agus Harimurti Yudhoyono (73,70%)
• Nusron Wahid (72,40%)
Tingginya angka kepuasan pada menteri-menteri tersebut mencerminkan bahwa kebijakan pro-rakyat di sektor tata kelola agraria, stabilitas ekonomi investasi, dan ketahanan pangan mendapat sentimen positif yang kuat.
Sementara itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tercatat sebagai program prioritas yang paling diminati publik (19,40%). Tingkat kepuasan di kalangan penerima manfaat program ini mencapai 67,45 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok non-penerima (36,51%).
kebijakan luar negeri mendapat sorotan. Keputusan Presiden Prabowo untuk bergabung dengan Board of Peace (BOP) justru tidak didukung oleh mayoritas publik.
“Publik kita cenderung menginginkan sikap non-blok atau netralitas aktif yang bebas dari intervensi badan internasional tertentu. Ada kesan kebijakan ini dianggap terlalu elitis dan tidak menyentuh urusan domestik yang lebih mendesak,” jelas Alip.
Pergeseran Konsumsi Informasi
IndexPolitica juga memotret perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi pemerintah. Media sosial (TikTok, Instagram, Facebook, X, Threads) kini menjadi sumber informasi utama masyarakat (45,60%), mengalahkan televisi (35,12%) dan media online (9,12%).
Menyikapi hal ini, IndexPolitica merekomendasikan pemerintah untuk segera mengevaluasi strategi kehumasan. Narasi kinerja pemerintah dan klarifikasi atas isu miring perlu dilakukan lebih interaktif di platform digital demi mempertahankan tren kepuasan publik di sisa masa jabatan.
Metodologi Survei
Survei dilaksanakan pada rentang waktu 05-18 April 2026 dengan melibatkan 1.610 responden yang tersebar secara proporsional di seluruh provinsi di Indonesia. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan Margin of Error (MoE) sebesar ±1,6 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.


