Lebih lanjut, Dave juga mengingatkan adanya ancaman hibrida yang perlu diwaspadai, terutama sebagai dampak lanjutan dari konflik global. Ia menyinggung potensi ketegangan di kawasan Laut China Selatan serta hubungan antara China dan Taiwan.
Di tengah situasi tersebut, ia menekankan bahwa Indonesia harus tetap menjaga keseimbangan hubungan dengan berbagai pihak. China, kata dia, merupakan mitra dagang utama, sementara kerja sama dengan Amerika Serikat dan Eropa juga penting, khususnya dalam bidang teknologi dan investasi.
“Hubungan luar negeri harus dikelola secara seimbang, tanpa berpihak, sesuai prinsip bebas aktif,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar Indonesia terus mengambil peran strategis di forum internasional dalam upaya menciptakan perdamaian dunia yang nyata dan berkelanjutan.
“Indonesia harus hadir mendorong solusi konkret, bukan sekadar menghasilkan resolusi tanpa implementasi,” pungkas Dave.

