Teropongistana.com Jakarta – Kondisi Sri Rahayu Adiningsih (24 tahun), pekerja Program Makan Bergizi Gratis yang mengalami kecelakaan lalu lintas saat bertugas di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, hingga saat ini masih memprihatinkan. Hal ini diungkapkan secara langsung oleh kakak kandungnya, Rama, yang setiap hari setia mendampingi proses perawatan adiknya di rumah sakit.

Menurut kisah yang diceritakan Rama, kondisi adiknya belum menunjukkan kemajuan yang berarti meski telah menjalani serangkaian tindakan medis. Pascamenjalani operasi yang kedua, Sri Rahayu masih harus terbaring lemah di tempat tidur dan belum mampu beraktivitas sendiri.

“Kondisi adik saya pasca operasi kedua ini masih sangat lemah, ia belum bisa bangun atau bergerak secara mandiri. Untuk kebutuhan makan dan minum pun masih harus disalurkan lewat selang yang dipasang di hidungnya, sedangkan infus masih terus terpasang guna memenuhi kebutuhan cairan dan pemberian obat. Setiap hari ia juga wajib menjalani terapi fisik agar fungsi-fungsi tubuhnya bisa pulih kembali, namun proses pemulihan ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar serta biaya yang terus mengalir,” ungkap Rama dengan nada suara yang menyiratkan kesedihan dan kekhawatiran lewat keteranganya, Jumat (24/4/2024)

Di tengah beratnya beban fisik dan emosional yang harus ditanggung keluarga, proses pengurusan bantuan biaya pengobatan pun belum mendapatkan kejelasan yang pasti. Rama menceritakan bahwa pihaknya telah berusaha mengajukan permohonan, namun hingga kini belum ada kepastian kapan dana tersebut akan diproses dan dicairkan.

“Kemarin sore saya dihubungi oleh petugas layanan publik Badan Gizi Nasional melalui nomor layanan 127, terkait pengajuan proposal biaya pengobatan yang kami sampaikan. Saya jelaskan bahwa dokumen tersebut sudah resmi diterima pada tanggal 20 April 2026 oleh Atika, yang bertugas sebagai resepsionis di sana. Namun jawaban yang kami dapatkan hanya bahwa berkas tersebut sedang dalam tahap pengecekan administrasi,” jelasnya.

Rama menambahkan, demi memastikan prosesnya berjalan lancar, dirinya bahkan rutin menanyakan perkembangan berkas tersebut setiap harinya ke layanan publik yang sama, namun hingga saat ini belum ada kepastian waktu pencairan atau keputusan yang disampaikan kepada pihak keluarga.