Warga sekitar turut menyampaikan keluhan serupa. Mereka mengaku harus menghadapi kondisi lingkungan yang tidak sehat berulang kali tanpa adanya penanganan nyata dari pemerintah daerah hingga saat ini.
Beberapa warga bahkan menyebut bahwa bau tidak sedap kerap muncul setelah hujan, memperburuk kualitas hidup sehari-hari. Mereka berharap ada perhatian serius dari pemerintah untuk segera memperbaiki kondisi tersebut.

Masyarakat juga menilai bahwa pembangunan pemakaman seharusnya dilengkapi dengan kajian dampak lingkungan yang matang, termasuk sistem pengelolaan air yang efektif agar tidak mencemari kawasan permukiman.
Menanggapi hal ini, Rudi Kogoya menegaskan pentingnya langkah cepat dari pemerintah.Ia meminta perbaikan dan normalisasi drainase, pembangunan sistem saluran air yang memadai, serta evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan pemakaman di Kilometer 10 agar masalah serupa tidak terus berulang. (Abdullah/red)



