Teropongistana.com Sorong – Persoalan limbah dari area pemakaman umum di Kilometer 10 kembali menjadi sorotan serius. Kepala Suku Pegunungan Tengah, Rudi Kogoya, mendesak pemerintah daerah kota Sorong untuk segera mengambil langkah konkret mengatasi limpasan limbah yang masuk ke rumah warga saat hujan deras.
Desakan ini muncul dari keluhan masyarakat yang telah lama terdampak kondisi tersebut. Setiap kali hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah itu, air bercampur lumpur dari area pemakaman meluap dan mengalir ke permukiman warga.

Menurut Rudi Kogoya, buruknya sistem drainase menjadi penyebab utama terjadinya limpasan tersebut. Saluran air yang tidak mampu menampung debit air membuat aliran dari kawasan pemakaman langsung menuju rumah warga di sekitarnya.
Ia menegaskan bahwa kondisi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan,tetapi juga memicu kekhawatiran serius terkait kesehatan masyarakat. Air yang mengalir dari area pemakaman dinilai berpotensi membawa kontaminasi berbahaya.

“Setiap hujan deras, air dari pemakaman turun langsung ke permukiman warga. Ini sangat meresahkan karena selain kotor, juga berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat,” ujar Rudi dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).
Selain masalah teknis drainase, Rudi juga menyoroti lemahnya perencanaan tata ruang di kawasan tersebut. Ia menilai pembangunan fasilitas umum seperti pemakaman seharusnya memperhatikan aspek lingkungan secara menyeluruh.



