Teropongistana.com Lebak – Tradisi tahunan Seba Baduy kembali digelar dengan khidmat, menjadi momen istimewa yang mempertemukan masyarakat adat Urang Kanekes dengan pemerintah daerah, sekaligus menjadi bukti nyata pelestarian warisan budaya leluhur yang sarat nilai kearifan lokal. Tahun ini, sebanyak 1.500 lebih warga Baduy, baik dari kelompok Baduy Dalam maupun Baduy Luar, turun gunung menempuh perjalanan jauh untuk melaksanakan rangkaian ritual yang telah diwariskan turun-temurun ini.

Perjalanan yang dilakukan bukan sekadar perpindahan tempat. Bagi warga Baduy Dalam, mereka menempuh jarak puluhan kilometer dengan berjalan kaki, menolak menggunakan kendaraan bermotor sebagai wujud ketaatan terhadap adat yang melarang penggunaan teknologi modern dan menjaga kesederhanaan hidup. Sesampainya di pusat pemerintahan Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten, mereka menyerahkan berbagai hasil bumi seperti beras huma, gula aren, pisang, madu, hingga aneka olahan makanan tradisional sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yang melimpah dan penghormatan kepada pemimpin daerah.

Lebih dari sekadar penyerahan hasil bumi, Seba Baduy juga menjadi ajang silaturahmi yang mempererat hubungan antara masyarakat adat dan pemerintah. Tradisi ini mengajarkan nilai-nilai penting: menjaga keseimbangan alam, hidup selaras dengan lingkungan, kesederhanaan, serta rasa hormat kepada sesama.

Keunikan dan kekhasan tradisi yang berlangsung di wilayah daerah pemilihannya ini pun mendapat perhatian khusus dari Arif Rahman. Dia merupakan anggota DPR RI Fraksi Nasdem yang mewakili daerah pemilihan Kabupaten Lebak dan Pandeglang ini menyampaikan pandangan dan apresiasinya melalui unggahan di akun Instagram resminya @arifrahman_official.

Dalam tulisan yang dibagikan pada Jumat (25/4/2026), ia menyampaikan kekagumannya terhadap kearifan yang terkandung dalam setiap rangkaian kegiatan tersebut, sekaligus menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kelestarian warisan budaya di wilayah yang diwakilinya.

“Menyaksikan tradisi Seba Baduy yang digelar setiap tahunnya di wilayah saya mewakili, saya merasa bangga sekaligus terharu. Di tengah gempuran modernisasi yang kadang melupakan akar budaya, masyarakat Baduy tetap teguh memegang warisan leluhur mereka. Tradisi ini bukan sekadar seremonial biasa, tapi cerminan bagaimana manusia harus hidup selaras dengan alam—menjaga, memelihara, dan bersyukur atas apa yang given alam berikan, bukan mengeksploitasinya secara berlebihan,” tulis Arif dalam akunnya, Jumat (25/4/2026)