Teropongistana.com Jakarta – Kontroversi usai kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur kembali memanas, kali ini berawal dari usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, yang menuai kecaman luas. Dalam pernyataannya yang sempat viral, Arifah Fauzi mengusulkan agar gerbong khusus perempuan dipindahkan ke bagian tengah rangkaian kereta demi keamanan.

Ide yang dinilai tidak logis dan tidak solutif ini langsung memicu kegaduhan di masyarakat, hingga akhirnya sang menteri terpaksa angkat bicara kembali untuk meminta maaf atas pernyataan kontroversial tersebut. Merespons dinamika ini, Sekjen Matahukum, Mukhsin Nasir, memberikan komentar yang sangat tajam dan membedah karakter kepemimpinan yang dinilai tidak layak.

Kurang Cerdas, Berwawasan Sempit, Dampaknya Bikin Gaduh

Mukhsin Nasir menilai bahwa pernyataan yang dikeluarkan oleh Menteri PPPA tersebut menunjukkan betapa minimnya daya nalar dan logika yang dimiliki.

“Seorang menteri yang kurang memiliki pemikiran cerdas, berwawasan sempit, atau tidak menggunakan logikanya dengan baik, dampaknya pasti bikin gaduh. Inilah yang baru saja terjadi. Usulan pindah gerbong itu tidak masuk akal, akhirnya menimbulkan keributan, dan baru kemudian minta maaf,” ujar Mukhsin dengan tegas, Sabtu (2/5/2026)

Lebih jauh, Mukhsin menegaskan bahwa pola perilaku seperti ini sangat menyakitkan dan tidak profesional.