Pada kesempatan tersebut, Reynold Efendy juga menyatakan ketertarikannya untuk mengoleksi gitar custom buatan Widjoyono. Menurutnya, karya handmade seperti yang dibuat pengrajin asal Madiun itu memiliki nilai artistik dan karakter suara yang sulit ditemukan pada gitar produksi massal. Benda buatan tangan memang masih punya jiwa. Pabrik massal bisa bikin ribuan gitar sehari, tapi belum tentu bisa bikin cerita.

Sebagai pecinta gitar bergaya Fender Stratocaster, Reynold menilai gitar custom buatan Widjoyono layak menjadi referensi bagi para kolektor maupun musisi profesional.

Kunjungan ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi dunia kreatif dan industri kerajinan musik di Kota Madiun. Kehadiran musisi nasional di workshop lokal tersebut menunjukkan bahwa karya pengrajin daerah mampu mendapat perhatian dan apresiasi dari kalangan musisi papan atas Indonesia.