“Sementara itu, kita harus melihat fenomena media baru dengan pandangan yang objektif. Munculnya berbagai platform digital itu wajar karena mengikuti perubahan kebiasaan masyarakat dalam mencari berita. Tantangannya bukan pada menerima atau menolak keberadaan mereka, melainkan bagaimana kita bisa mengarahkan transformasi ini agar tercipta ekosistem media digital yang lebih bertanggung jawab, profesional, dan taat pada aturan yang berlaku,” jelas Dave lebih lanjut.

Dalam konteks ini, Bakom memegang peran yang sangat strategis, yakni untuk membina peningkatan literasi digital masyarakat serta memperkuat etika dalam berkomunikasi publik. Kehadiran lembaga ini diharapkan bisa menjadi penghubung yang baik antara media konvensional dan media baru, sekaligus menjamin kepastian aturan main, agar perkembangan media digital tetap selaras dengan tujuan demokrasi dan persatuan bangsa.

“Ke depannya, Komisi I optimis dunia pers Indonesia akan semakin kokoh. Syaratnya, seluruh pihak  baik media konvensional maupun media digital baru harus berkomitmen menjaga mutu informasi, melawan berita bohong, serta selalu mengutamakan kepentingan publik di atas keinginan sekadar populer atau mengejar jumlah pembaca saja,” tutup Dave.