“Para pelaku kami tangkap saat sedang menjalankan aksinya secara langsung. Sindikat ini ternyata sudah beroperasi selama dua bulan. Di lokasi, penyidik menemukan sedikitnya 75 nama domain dan situs perjudian. Mereka sengaja menggunakan kode dan nama yang berubah-ubah agar sulit diblokir oleh pihak berwenang,” jelasnya.

Kelompok ini menyewa satu lantai gedung perkantoran sebagai pusat kendali operasi digital yang berjalan secara lintas negara. Selain melakukan tindak pidana perjudian, para warga asing tersebut juga terbukti melanggar aturan keimigrasian karena sudah tinggal di Indonesia selama dua bulan, padahal izin kunjungan wisata hanya berlaku selama 30 hari. Terkait hal ini, Polri akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenipas. One di langkah yang diusulkan adalah pembentukan satuan tugas khusus untuk menangani negara-negara yang masuk dalam kategori subject of interest (SOI).

Menelusuri Pendanaan dan Sponsor

Brigjen Wira kembali menegaskan bahwa timnya akan terus menelusuri jejak aliran uang hingga menemukan siapa saja yang menjadi penyandang dana dan sponsor dari 320 tenaga kerja asing yang dipekerjakan di markas tersebut. Penelusuran ini akan dilakukan secara terpadu bersama instansi terkait.

“Para tersangka yang sudah ditetapkan akan segera kami limpahkan ke Kejaksaan untuk proses persidangan. Sementara itu, untuk pengembangan kasus, kami akan berkoordinasi guna menelusuri asal-usul dana serta siapa yang sebenarnya mensponsori kedatangan para pelaku ke Indonesia,” ucapnya.

Penyidik juga tengah mendalami siapa pihak yang menyewa tenaga kerja asing tersebut, siapa pemilik atau penyewa gedung yang dijadikan markas, hingga pihak yang menyediakan peralatan pendukung. Semua elemen yang menyediakan sarana dan prasarana bagi kelompok ini akan diproses hukum.

Dari lokasi penggerebekan, petugas turut menyita sejumlah barang bukti penting, antara lain brankas, dokumen paspor, telepon genggam, laptop, komputer, serta uang tunai dalam berbagai jenis mata uang asing. Jumlah rinci uang yang disita belum diumumkan secara resmi dalam operasi ini.