Teropongistana.com Jabar – Kepolisian Daerah Jawa Barat berhasil membongkar praktik kejahatan penipuan dan penggelapan yang memanfaatkan maraknya minat masyarakat untuk menjadi mitra penyedia makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berkedok membuka titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur BGN, empat pelaku terbukti memalsukan data hingga meraup keuntungan yang merugikan korban secara total mencapai Rp1,963 miliar.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Ade Sapari, menjelaskan pengungkapan kasus ini bermula dari dilaporkannya dua peristiwa pidana dengan modus yang sama. Para pelaku beraksi dengan cara menjual janji kepemilikan titik lokasi SPPG di berbagai wilayah, dengan harga yang ditentukan berdasarkan strategis atau tidaknya lokasi yang diminta korban.
Dalam operasi jahatnya, tersangka utama berinisial YRN menawarkan jasa pengurusan izin lokasi dengan tarif yang cukup fantastis, berkisar antara Rp75 juta hingga Rp150 juta per satu titik koordinat.
“Mereka meyakinkan korban dengan menunjukkan nomor identitas yang dibuat sedemikian rupa, seolah-olah itu adalah dokumen sah yang sudah disetujui langsung oleh Badan Gizi Nasional. Padahal, BGN sama sekali tidak pernah menerbitkan dokumen atau ID semacam itu,” ungkap Kombes Ade Sapari di Mapolda Jabar, Selasa (19/5/2026).
Kasus pertama terkuak saat seorang warga berminat mendirikan dapur SPPG di Kota Banjar dan Kecamatan Dayeuhluhur, Cilacap. Pada Desember 2023, ia bertemu YRN yang dengan percaya diri mengaku memiliki akses dan kenalan orang dalam di tubuh BGN, sehingga bisa memuluskan permohonan tersebut.
Karena tergiur janji mudah, korban bersedia membayar Rp100 juta untuk satu lokasi. Untuk dua titik yang diinginkan, ia pun mentransfer total uang sebesar Rp200 juta setelah menerima “ID SPPG” yang ternyata palsu. Baru kemudian ia sadar tertipu saat akses yang diberikan tidak bisa digunakan dan tidak terdaftar di sistem manapun. Penyelidikan melebar dan menemukan setidaknya ada 13 korban lain yang mengalami nasib serupa.