Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga terus memperkuat layanan pendidikan inklusif melalui pembangunan dan peresmian Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina. Selain itu, peningkatan kualitas guru dilakukan melalui percepatan sertifikasi, Pendidikan Profesi Guru (PPG), serta Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Memasuki tahun 2026, pemerintah kembali menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kualitas sumber daya pendidik melalui program peningkatan kualifikasi guru. Melalui skema RPL, sebanyak 100 guru yang belum memiliki gelar sarjana (S1) diberikan kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi dengan pengakuan atas pengalaman dan kompetensi yang telah dimiliki.

Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa peningkatan kualitas guru merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem pendidikan dan meningkatkan mutu pembelajaran di Papua Tengah. Program tersebut menjadi kelanjutan dari berbagai capaian yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025.

Salah satu capaian tersebut adalah pengangkatan dan distribusi 276 Guru MAPEGA ke sekolah-sekolah di wilayah 3T yang tersebar di 136 distrik pada delapan kabupaten di Papua Tengah. Selain itu, pemerintah juga memperkuat kapasitas 289 guru agama Kristen melalui kerja sama dengan Majelis Pendidikan Kristen.

Perhatian terhadap kesejahteraan guru turut ditingkatkan melalui penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) bagi guru SMA, SMK, SLB, serta pengelola asrama. Pemerintah juga melakukan pendampingan percepatan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang melibatkan 801 guru dari berbagai jenjang pendidikan.

Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah optimistis dapat mewujudkan visi Papua Tengah Terang dengan menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, merata, dan berdaya saing bagi generasi muda Papua.

Sementara itu, Dewan Pendidikan Papua Tengah menyatakan kesiapannya untuk terus bersinergi dan mendukung berbagai kebijakan pendidikan yang dijalankan pemerintah daerah guna mempercepat peningkatan kualitas pendidikan di Papua Tengah.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Meki Nawipa bersama Wakil Gubernur Deinas Geley, pembangunan sumber daya manusia melalui revolusi pendidikan menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Fokus tersebut diarahkan untuk menciptakan generasi Papua yang unggul, berdaya saing, dan mampu menjadi motor pembangunan daerah di masa depan.