“Sulit membayangkan kualitas pendidikan dapat meningkat jika guru masih harus kesulitan memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Kesejahteraan tenaga pengajar berbanding lurus dengan kualitas pembelajaran yang diberikan kepada anak didik,” tambahnya.
Menurutnya, memajukan kesejahteraan guru bukan sekadar urusan sektoral, melainkan bagian dari upaya menjaga kedaulatan dan masa depan bangsa. Ia menekankan bahwa investasi terhadap tenaga pendidik adalah investasi strategis untuk menciptakan generasi unggul.

Sebagai langkah jangka panjang, Adde mengusulkan pembentukan Badan Guru dan Dosen Nasional. Lembaga ini diharapkan dapat menangani seluruh aspek kehidupan tenaga pendidik secara terpusat, mengingat tata kelola yang ada saat ini dinilai masih terpecah dan kurang efektif.
“Mengurus gizi saja dibentuk badan khusus, mengapa tidak untuk guru dan dosen yang perannya jauh lebih besar bagi masa depan bangsa? Badan ini nantinya dapat mengatur kebutuhan, distribusi, peningkatan kompetensi, hingga jaminan kesejahteraan secara menyeluruh,” jelasnya.
Adde berharap isu kesejahteraan guru menjadi prioritas berkelanjutan, bukan hanya saat momen tertentu. Ia menyebut upaya memenuhi hak tenaga pendidik sebagai bentuk perjuangan menegakkan konstitusi demi mewujudkan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa.



