Teropongistana.com Jakarta – Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, memberikan klarifikasi resmi mengenai dinamika yang terjadi dalam forum diskusi mahasiswa di Semarang, Jumat (12/6/2026). Budiman membantah narasi yang menyebut dirinya mengusir salah satu mahasiswa peserta diskusi, dan meluruskan kronologi kejadian yang sebenarnya.

Acara bertajuk “Indonesia Emas atau Cemas? Telaah Kritis Indonesia Hari Ini” tersebut sedianya digelar dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung lancar pada pagi hari di Universitas Diponegoro (Undip), disusul sesi kedua pada siang hari di Kafe Embun Senja, Semarang.

Dalam forum tersebut, Budiman hadir bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip dan Ketua BEM Universitas Brawijaya (Unbraw) untuk memaparkan kondisi terkini program pemerintah. Serta menjelaskan paradigma baru pemikiran Presiden Prabowo Subianto terkait program-program yang belakangan menjadi aspirasi dalam aksi demonstrasi mahasiswa.

Kronologi Perdebatan dalam Forum
Ketegangan mulai muncul pada sesi diskusi kedua di Kafe Embun Senja. Salah seorang mahasiswa peserta diskusi menyampaikan kritik tajam terkait komitmen serta rekam jejak Budiman Sudjatmiko sebagai mantan aktivis yang kini berada di birokrasi.

Baca Juga Bank Banten Kembali Dipercaya Salurkan Bansos Rabu, 10 Juni 2026
Bank Banten Kembali Dipercaya Salurkan Bansos

“Saya rasa Bapak sangat munafik ketika berbicara bahwa pemerintah tidak sedang meninabobokan rakyat. Justru saya kira itulah cara negara membangun ideologi yang membuat orang-orang seperti Bapak duduk di depan hari ini,” ujar mahasiswa tersebut dalam forum.

Mahasiswa itu juga mempertanyakan objektivitas penilaian Budiman terhadap program pemerintah setelah mendapatkan kedudukan di dalam kabinet. Namun, saat Budiman hendak memberikan tanggapan dan jawaban, mahasiswa tersebut menolak mendengarkan respon, langsung bersiap meninggalkan ruangan, dan justru menantang Budiman untuk melanjutkan diskusi berdua saja di luar forum.