Menurutnya, temuan yang diduga mengandung etomidate saat ini hanya dapat diperiksa di Pusat Laboratorium Narkotika BNN untuk mengidentifikasi kandungan pada barang bukti fisik. Sementara itu, pemeriksaan kandungan etomidate dalam urine pengguna masih memerlukan waktu lebih lama.
“Ketiadaan rapid test zat etomidate ini tentu akan menghambat kecepatan kami dalam menindak, memastikan status pengguna secara akurat, serta mengambil keputusan penyelamatan yang cepat di lapangan,” ujar Suyudi.
Baca Juga
Harga Satuan Rp2,2 Miliar per Unit, Kesesuaian Mobil Derek Dishub DKI Dipertanyakan
Rabu, 24 Juni 2026