TEROPONGISTANA.COM – Hubungan bilateral antara Indonesia dengan Australia telah terjalin sejak awal kemerdekaan Indonesia. Pada saat itu, Australia merupakan salah satu negara yang mendukung kemerdekaan Indonesia. Untuk membangun hubungan dan komunikasi yang baik antar kedua negara, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid memimpin pertemuan Komisi I DPR RI dengan Duta Besar Australia Peni William PMS di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (31/5/2022).
Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin yang mendampingi Meutya dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa pertemuan antar kedua negara tersebut membahas berbagai hal seperti mengenai kaukus perempuan parlemen, hubungan bilateral Indonesia-Australia di neraca perdagangan hingga sikap dan posisi Australia terhadap permasalahan di Papua.
“Beberapa hal yang kita bahas tadi kita dengar tentang kaukus (perempuan parlemen), kemudian juga tentang posisi mereka terhadap Papua, dan juga yang lainnya adalah tentang hubungan bilateral di neraca perdagangan. Kita ingin tahu lah sebagaimana biasanya dalam komunikasi antar dua negara begitu,” ungkapnya.
Baca juga : Waketum Golkar Bamsoet: Selamat Jalan Buya Syafii Maarif, Sang Guru Bangsa

Terkait dengan isu-isu permasalahan di Papua, Nurul mengatakan bahwa Australia tidak berpihak kepada kelompok separatis tertentu dan mendukung Pemerintah Indonesia. “Ini bahasa-bahasa kenegaraan ya, saya kira memang posisinya tidak berpihak kepada separatis tertentu saja seperti itu, tapi lebih mendukung pemerintahan Indonesia dan tidak ada urusan dengan gerakan separatis tersebut,” jelasnya.


