“Di tengah upaya kita mengejar ketertinggalan di bidang pendidikan, kita kembali diuji dengan hadirnya pandemi Covid-19. Selama lebih dari dua tahun, dampak pandemi telah menggerus berbagai sektor kehidupan kita, tidak terkecuali dunia pendidikan. Sebagai gambaran, hingga awal Mei 2021, ada sekitar 407.000 sekolah, sekitar 3,4 juta guru, dan sekitar 56 juta siswa terdampak Covid-19 di Indonesia,” urai Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum SOKSI ini menambahkan, pandemi memaksa semua pihak untuk melakukan berbagai langkah penyesuaian dan inovasi dalam proses belajar mengajar. Menyeimbangkan dua kutub kepentingan, yaitu antara pemenuhan kebutuhan pendidikan yang berkualitas di satu sisi, dan kebutuhan melindungi kesehatan anak didik, di sisi yang lain.

“Alhamdulillah, pendidikan yang berkualitas dan berorientasi pembangunan dapat dirasakan oleh putri kami, Belliza Shintya Putri, bersama siswa/i SMA Labschool Kebayoran lainnya yang selesai menuntut ilmu di SMA Labschool Kebayoran Jakarta. Semoga nilai-nilai positif yang telah diwariskan oleh SMA Labschool Kebayoran Jakarta, akan terus melekat dan membentuk karakter putra-putri kami ke depannya. Baik sebagai akademisi, sebagai bagian integral dari masyarakat, maupun sebagai sumberdaya manusia pembangunan yang potensial, yang senantiasa menjaga nama baik almamater,” pungkas Bamsoet.