“Ibu-ibu ini hebat, mereka tergabung dalam organisasi KWT. Mereka mengembangkan pertanian, teorinya sudah benar karena bisa mengelola dengan baik. Tapi tadi cerita ada kendala, maka saya tawarkan bagaimana kalau masalah itu diselesaikan menggunakan teknologi pertanian,” ucap Ganjar.
Ganjar berniat mengundang emak-emak KWT itu ke Jateng karena di Pati ada teknologi Bioreaktor Kapal Selam. Teknologi itu bisa digunakan untuk mengatasi persoalan air.
“Jadi area-area yang kekurangan air bisa dipakai teknologi ini. Bagaimana memanfaatkan sampah kemudian diolah jadi bio gas, kemudian energinya untuk menggerakkan pompa penyedot air. Pupuk dan residu yang dihasilkan juga bisa dipakai untuk menyuburkan tanah,” jelasnya.
Menurutnya, teknologi itu tidak terlalu rumit. Jika teknologi itu bisa diadopsi oleh KWT di Liman Benawi, maka persoalan kesulitan air bisa teratasi.
“Makanya saya mau undang ibu-ibu KWT ini ke Jawa Tengah, untuk belajar di sana,” tutupnya.
Tak hanya mengunjungi pertanian yang dikembangkan KWT, di desa Liman Benawi itu Ganjar juga melihat sentra pengembangan aglonema yang dikelola masyarakat. Ganjar juga mampir ke puskesmas pembantu untuk melihat bakti sosial pemeriksaan ibu hamil.





