Berdasarkan data dan pengalaman yang sudah dilakukannya, Ayep Zaki memaparkan, uji coba langsung di lahan setelah panen padi, baik di musim tanam ke dua atau ke tiga, sistem Tanpa Olah Tanah (TOT) budidaya kedelai bisa menghasilkan 1,7-1,8 ton per hektar. Dengan asumsi biaya per hektarnya berkisar delapan juta rupiah.

“Ini sudah saya lakukan di beberapa tempat. Jika rata-rata per hektar mencapai hasil 1,8 ton dan apabila harga per kilonya 10 ribu rupiah maka hasilnya bisa mencapai 18 juta per hektar,” urainya.

Hasil produksi petani tersebut masih akan dipilah untuk memisahkan kedelai berukuran besar, sedang dan kecil. Pemilahan tersebut bisa memakan hingga 15% hasil produksi. Tujuan pemilahan tersebut karena hanya kedelai berukuran besar saja yang bisa diterima pasar.

Pemilik Rumah Tempe Azaki yang belum lama lalu melakukan ekspor ke Jepang ini juga menuturkan, tahun 2022 ini dirinya tengah menjalin kerjasama dengan Kementerian Pertanian, Direktorat Akabi (Aneka Kacang dan Umbi) untuk program budidaya kedelai mandiri dengan sistem TOT seluas 25 ribu hektar di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

“Insya Allah bulan April nanti kami akan melakukan penanaman perdana. Di bawah pengawasan saya dan tim, budidaya kedelai mandiri ini ditargetkan mencapai 1,8 ton per hektarnya,” terang Ayep Zaki.

Untuk keberhasilan budidaya kedelai, tambah Ayep Zaki, instrumen pemerintah sebagai pemegang regulasi sesungguhnya sudah mendukung. Hanya saja di instrumen perbankan yang kadang kala masih banyak pertimbangan.

“Jika perbankan diminta untuk memilih pembiayaan budidaya kedelai mandiri dengan membiayai Usaha Kecil Menengan (UKM) di bidang lainnya, perbankan tentu akan lebih memilih UKM tersebut. Nah, ini memang perlu sinergitas antara bank selaku regulator pembiayaan. Karena mau tidak mau bank memang harus terlibat dalam hal ini,” papar Ayep Zaki.

Ketua Dewan Pakar Partai NasDem Kabupaten Sukabumi ini juga menegaskan, budidaya kedelai mandiri ini harus direspon positif. Karena menurutnya, budidaya kedelai mandiri adalah jalan keluar urusan kedelai nasional.

Baca Juga Ayep Zaki Dapat Dukungan Masyarakat Sukabumi Senin, 7 Februari 2022
Ayep Zaki Dapat Dukungan Masyarakat Sukabumi

“Indonesia melalui Balai Benih Kementerian Pertanian, sudah bisa membuat varietas unggul baru (vub) bibit kedelai sampai 3,5 ton per hektar, berupa biosoy 2 dengan teknologi pupuk batubara. Tapi kita harus memulai dengan sistem TOT karena sistem TOT adalah cara yang paling efektif dalam budidaya kedelai,” pungkas Ayep Zaki.