Belajar dari India Raya, lanjut Zudan, konflik agama menjadi pemicu pecahnya negara tersebut, justru setelah negara tersebut mendapatkan kemerdekaannya dari Inggris pada tahun 1947.
“India Raya merupakan negara yang besar karena meliputi India itu sendiri, Bangladesh, dan Pakistan. Ketika dijajah Inggris, ketiganya menjadi satu. Namun apa yang terjadi ketika mereka merdeka? Terjadi konlik agama yang pada akhirnya memecah India Raya menjadi India dan Pakistan,” ungkap Zudan.
“Pakistan itu sendiri, pada akhirnya pecah dengan munculnya Negara Bangladesh yang dipicu oleh konflik rasial,” tambah Zudan.
Dengan demikian, ujar Zudan, setiap negara pada hakikatnya selalu memiliki potensi perpecahan. Apalagi di Indonesia, wilayahnya mencakup Sabang sampai Merauke dengan varietas ras, suku, dan budaya yang berbeda satu sama lain.
“Apabila tidak bisa memberikan kebaikan untuk negara, maka diam akan jauh lebih baik. Dalam hal ini, diam lebih baik daripada melakukan tindakan yang menggangu nasionalisme, persatuan, dan kesatuan bangsa,” pesannya.




