TEROPONGISTANA.COM JAKARTA – Beredar di media sosial terkait tanah warga di tiga Desa yang ada di Kecamatan Wanasalam, Lebak Banten diduga dicaplok oleh PT Panggung. Dampak dari perampasan tersebut, banyak warga Wanasalam mengalami trauma dan ganguan jiwa.
Hal tersebut membuat Ketua Dewan Pembina Organisasi Posko Perjuangan Rakyat (Pospera), Adian Napitupulu buka suara. Menurut Adian, kejadian pencaplokan tanah di Wanasalam yang diperuntukan HGU sudah seharusnya dihentikan.
“Saya mendukung perjuangan kawan – kawan Pospera Banten untuk mengawal kasus pencaplokan agar dilaporkan ke Satgas Mafia tanah. Ini ada apah, ko sudah berapa tahun dibiarkan, padahal HGU tahun 2018 juga sudah selesai. Jelas BPN Banten lalai dan harus segera diperiksa.”ucap Adian Napitupulu lewat rillisnya, Rabu (2/3) di Jakarta.
Baca juga : Adian Ungkap Sianida di Sungai Cikaniki Harus Diusut Tuntas
Adian menyebut, seandainya Kepala BPN Banten tak bisa memfasilitasi warga dalam memperjuangkan haknya, sudah selayaknya dia melepaskan jabatan tersebut kepada yang lebih siap. Kata Adian, ini bicara nasib rakyat Lebak yang banyak dirugikan bahkan, mereka puluhan tahun merelakan tanahnya dikuasai perusahaan.
“Sebenarnya ada apa, apa yang memberatkan BPN Banten memproses apsirasi masyarakat, tinggal diverifikasi ke lapangan, mana saja ahli waris dan bukti-bukti yang masih ada. BPN Banten terkesan membiarkan persoalan ini mengambang, Kementerian ATR BPN jelas harus melakukan perombakan di BPN Banten, mereka tak bisa menengahi persoalan warga dengan perusahaan.”beber Adian yang merupakan pentolan aktivis 98.
