Egi menjelaskan, untuk merealisasikan Perpanjangan atau pun merubah dari dua (2) Periode menjadi tiga (3) Periode. Kebijakan tersebut jelas kewenangannya berada di Senayan bukan Istana. Tapi kata Egi, kenapa yang disalahkan Jokowi bukan mereka yang di Senayan.

“Saya Apresiasi Teman-Teman BEM yang sudah Berdialog Dengan Wantimpres Wiranto karena Semua Hal Bisa Dibicarakan Dengan Hati jernih dan Pikiran Yang Positif apalagi di Bulan ramadhan Yang penuh Berkah. Sekali lagi, dalam rapat hari ini di Istana Jokowi dengan Tegas mengatakan bahwa Pemilu tidak akan ditunda dan Tetap Pada Rencana Awal Penyelenggaraan Pemilu 2024.”terang Egi.

Baca juga : Masyarakat Papua Barat Dukung Perpanjangan Masa Jabatan Jokowi

Untuk informasi, terdapat ada tiga menteri yang pernah menggulirkan pernyataan mengenai wacana penundaan Pemilu 2024. Ketiga menteri itu adalah Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Sementara itu, untuk para politikus yang sempat menyuarakan wacana penundaan pemilu 2024. Diantaranya yaitu Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. (Red)