Teropongistana.com, Banten.Terhitung 20 hari kedepan masa jabatan Gubernur & Wagub akan selesai, sederet permasalahan belum terselesaikan. Memori 5 Tahun kebelakang kita perlu uraikan kembali atas rencana konsepsi pembangunan yang akan diwujudkan bagi masyarakat Banten yang tertuang pada Visi – Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten terpilih, sebagai berikut;

VISI:
Banten yang Maju, Mandiri, Berdaya Saing, Sejahtera dan Berakhlakul Karimah

Baca Juga Massa Aksi Desak DPR Bentuk Panja Mafia Batubara Kamis, 21 April 2022
Massa Aksi Desak Dpr Bentuk Panja Mafia Batubara

MISI:
1. Menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
2. Membangun dan meningkatkan kualitas infrastruktur.
3. Meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan berkualitas.
4. Meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan kesehatan berkualitas.
5. Meningkatkan kualitas pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.

Dalam 5 Tahun kinerja kepemimpinan WH-Andika tentu ada beberapa catatan prestasi atas capaian target yang telah dituntaskan (pembangunan Jalan, playofer, rumah sakit, stadion), dan pertumbuhan ekonomi pada 2020 berdasarkan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp665,92 triliun pada 2021, dengan PDRB per kapitanya mencapai Rp55,21 juta. Serta bila diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) 2010, ekonomi Banten sepanjang tahun 2021 tumbuh 4,4% menjadi Rp460,74 triliun dibanding tahun sebelumnya.

Namun demikian, seluruh hasil kerja pembangunan diatas, tidak berimplikasi terhadap kesejahteraan masyarakat, fakta bahwa masyarakat Banten masih berada pada garis kemiskinan cukup tinggi berdasarkan data BPS

Hal tersebut, diperparah atas tingkat pengangguran di Provinsi Banten tertinggi ke 3 secara nasional, data BPS menunjukan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di provinsi ini sebesar 8,98% pada Agustus 2021. Padahal potensi atas Penduduk usia kerja Provinsi Banten berjumlah 9,81 juta jiwa pada Agustus 2021. Dengan rincian, yang merupakan angkatan kerja ada 6,26 juta jiwa dan yang bukan angkatan kerja 3,55 juta jiwa. Terdapat 5,69 juta jiwa angkatan kerja yang bekerja, sementara yang menganggur ada 562,31 ribu jiwa (8,98%).