Tanpa ragu, Rudy menggendong anak yatim dan membawanya ke depan, ke tempat ia semula duduk bersama para PJU Polda Banten. Selama kultum yang berlangsung 15 menit, selama itu pula bocah yatim tersebut berada di pangkuan Kapolda. Bocah yatim tersebut terlihat tertidur pulas dalam pangkuannya.
Barulah pada saat pemberian bingkisan pada anak-anak yatim, anak yang tertidur pulas tersebut digendong oleh ajudan Kapolda. Anak tersebut diketahui bernama Muhammad Al Fatih dari Panti Asuhan Baitul Quran Kramatwatu, Serang.
Rudy selanjutnya secara simbolis memberikan bingkisan pada anak-anak yatim. Usai memberikan bingkisan, Kapolda bercengkrama dengan anak-anak yatim. Tanpa diminta Kapolda, ada anak yatim yang menunjukkan kebolehannya membacakan Pancasila. Kemampuan anak tersebut yang hafal Pancasila dari sila 1 hingga sila ke-5 membuat Kapolda bertepuk tangan dan mengusap kepala bocah yatim tersebut dengan senyum lebar.
“10 Muharram sering disebut Idul Yatama atau Lebaran Anak Yatim. Ini momentum kita untuk membahagiakan anak yatim,” kata Kapolda Banten.
Tingkah polah anak yatim yang seperti anak-anak pada umumnya disikapi Kapolda Banten dengan senyum. “Namanya saja anak-anak, masanya memang bermain-main,” cetus Kapolda Banten yang selama ini dikenal sebagai sosok polisi yang ramah dan bersahaja. (Red)




