“Oleh karena telah terbukti menyehatkan, maka tempe telah ditetapkan sebagai salah satu dari sembilan superfood dunia. Hal ini menjadikan tempe semakin diminati di dunia dan otomatis pasar tempe menjadi terbuka luas,” kata Prof Made.

Prof Made juga menambahkan peluang tempe dipasar global menginspirasi dirinya untuk melakukan pembinaan UKM tempe agar Salah satu binaannya adalah Rumah Tempe Azaki di Bogor yang telah berhasil menjadi supplier tempe untuk diekspor ke 2 negara diantaranya Jepang dan Korea Selatan.

Direktur PT. AFI, Cucup Ruhiyat menjelaskan bahwa keberhasilan ekspor tidak lepas dari kesungguhan Azaki selama ini, yang telah berhasil menyajikan produk tempe berkualitas yang layak ekspor ke pasar Jepang secara kontinyu mulai dari bulan Juni 2021 lalu dan ke Korea Selatan di bulan Juli 2022. Adapun saat ini produk Tempe dari Rumah Tempe Azaki yang di ekspor ke Jepang sudah mencapai 31 ton per bulan sedangkan ke Korea Selatan baru mencapai 7,6 ton per bulan. Diharapkan dengan

“Berkat keberhasilan ekspor ke Jepang, pada akhirnya didengar oleh salah satu importir dari Korea Selatan. Pasar tempe di Korea Selatan ini pun cukup menjanjikan, karena makanan yang terbuat dari kacang kedelai ini sudah banyak dikenal oleh masyarakat Korea, sehingga potensi untuk keberlanjutan ekspor tempe Azaki ke Korea Selatan ini cukup besar,” jelas Cucup

Selanjutnya, dalam peningkatan kapasitas produksi dan juga kualitas tempe, Rumah Tempe Azaki melanjutkan kerjasama dengan IPB University melalui bantuan dana dari skema Matching Fund 2022. Kegiatan ini diketuai oleh Prof Made Astawan, dengan melibatkan sejumlah dosen serta mahasiswa S3, S2 dan S1 IPB University. Dari kegiatan ini, Rumah Tempe Azaki sebagai mitra kegiatan, akan mendapatkan bantuan sejumlah peralatan untuk menunjang peningkatan kapasitas produksi dan sekaligus kualitas tempenya menuju pasar ekspor.

“Semoga dengan kerjasama ini, Rumah Tempe Azaki dapat terus meningkatkan kualitas tempe dan juga mendapatkan peluang pasar ekspor yang lebih luas” tutup Cucup