TeropongIstana.com JAKARTA – PT. Sedayu Sejahtera Abadi (SSA) angkat bicara terkait tudingan keraguan legalitas kepemilikan tanah pihaknya seluas 112.840 meter persegi di Jl. Kamal Raya Outer Ring Road, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat.
Padahal tanah tersebut dibeli secara legal oleh PT. SSA dari salah satu perusahaan bernama PT. Bangun Marga Jaya (BMJ) dalam bentuk sertipikat Hak Guna Bangunan (HGB) No. 1633/Cengkareng Timur berdasarkan Akta Jual Beli No. 158/2010 tanggal 9 November 2010 di hadapan PPAT Adrianto Anwar SH daerah kerja Kota Jakarta Barat.
Legal Manager PT. SSA Lenny M Poluan mengungkap pihak yang mempesoalkan diketahui bernama Nurlela dan Supardi Kendi. Mereka mengaku memilik tanah dengan alas hak berupa Girik C No. 1906 Persil 36 s.II seluas 2.231 meter persegi di objek lahan yang sama.
Namun, Lenny M Poluan katakan ketika di cek tidak terdaftar dan diduga palsu atau hasil rekayasa. Alas Hak Girik tersebut yang semula dimiliki Abdul Hamid Subrata menjual kepada Nurlela dengan adanya peralihan berupa Akte Perjanjian Pengikatan Jual Beli No. 24 tanggal 19 Juni 2006 di buat dihadapan Notaris Uyun Yudibarata.
Pihaknya menemukan fakta Girik C No. 1906 Persil 36 s.II seluas 2.231 meter persegi itu adalah palsu. Abdul Hamis Subrata pernah bersengketa dengan PT. BMJ dalam Gugatan No : 372/Pdt.G/2008/PN.Jkt.Brt yang diputus pada tanggal 05 April 2010, antara: PT. BMJ selaku Penggugat lawan Abdul Hamid Subrata selaku Tergugat alias sipenjual ke Nurela.
“Berdasarkan bukti-bukti dalam Pertimbangan Hukum Putusan menyatakan AJB No. 246/SI/12/JBC/1976 tanggal 6 April 1976 setelah dilakukan pengecekan pada arsip Kec. Cengkareng Barat, Akta tersebut tidak ditemukan.”


