TeropongIstana.com Jakarta – Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Dr. Ir. Eduart Wolok bersama Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Helmy Santika menggelar kegiatan konferensi pers di Gedung Rektorat Kampus UNG. Hal tersebut, diakukan sebagai buntut viralnya video orasi salah satu mahasiswa yang menghina Presiden Republik Indonesia dengan menggunakan kata-kata yang tidak sopan saat menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan BBM di Simpang Lima Telaga Kota Gorontalo Jum’at lalu (2/9).
Eduart Wolok dalam pernyataannya menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan yang dilakukan oleh salah satau mahasiswanya sehingga menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
“Melalui kesempatan ini, saya selaku Rektor mewakili seluruh civitas akademi Universitas Negeri Gorontalo menyampaikan permohonan maaf kepada Bapak Presiden dan seluruh masyarakat Indonesia atas viralnya video aksi salah satu mahasiswa saya yang saat orasi unjuk rasa menggunakan kata-kata yang tidak pantas dan menghina presiden republik Indonesia, kami minta maaf yang sebesar-besarnya,”kata Eduard.
Baca juga : Kalpolda Gorontalo Lakukan Soft Approach ke Mahasiswa Penghina Presiden
Selanjutnya Eduart mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi terhadap Yunus Pasau berupa diskors selama 1 semester.



