TEROPONGITANA.COM LEBAK – Sebagai salah Satu Lembaga penegakan Hukum di Indonesia, Inilah Pegawai Kejaksaan yang layak jadi teladan di tengah Masyarakat. Salah satunya, Arip Riadi lewat bertani yang saat ini dirinya mengemban amanah Jabatan sebagai Staf Pidana Umum (PIDUM) pada Kantor Kejaksaan Negeri Lebak sangat menginspirasi dan memotivasi masyarakat luas.

Arip Riadi selain kesibukan nya di kantor tempat ia bertugas sebagai staf pidum pada kantor Kejaksaan Negeri Lebak, dengan kemauan dan berbekal ilmu tani yang di dapat saat masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), kini ilmu dan hobby nya kembali dikembangkan dengan turun langsung ke sawah menggarap lahan pertanian dengan aneka jenis tanaman sayuran, cabai dan terong.

Baca Juga Tak Ada Yang Abadi Di Dunia Ini Senin, 2 Januari 2023
Tak Ada Yang Abadi Di Dunia Ini

Pegawai yang akrab disapa Arip ini sangat motivasi masyarakat yang mulai enggan bertani. Berbicara tentang dasar bertani tentu ada tanah, pupuk, daun, bunga, putik dan buah, kadang diselingi hama penyakit dan harga jual yang kadang rendah. Namun ketika produksi melimpah pertanian menjanjikan berkah. Disitulah, letak tantangan dan kepuasan menjalani kehidupan bertani yang dinikmati,” kata Arip Riadi, di lahan pertanian garapannya yang berlokasi dikampung cibuah kecamatan Warunggunung pada kamis (05/01/2023) kepada awak media

Diketahui (beberapa hari lalu, red) cabai yang kita tanam kurang lebih enam ribu batang ini ada yang mulai merah. Mudah-mudahan masih sempat mendapatkan harga yang cukup bagus saat ini, kalau untuk harga tengkulak, harga cabai saat ini jatuh dikisaran delapan puluh hingga sembilan puluh perkilonya tengkulak beli dari saya,”katanya

Disini, pertama bertani tentu bukan saja soal hasil, namun bagaimana bisa kembali memotivasi, merangsang masyarakat sekitar untuk kembali bangkit bersama, memanfaatkan lahan garapan untuk menggeliatkan ekonomi usai diterpa pandemi sejak dua tahun terakhir,”katanya

Selanjutnya, tentu banyak yang bertanya tanya, harus mengeluarkan modal berapa sih untuk memulai bertani, sebagai modal awal, Arip Riadi mengaku menyisihkan sedikit demi sedikit sejumlah pendapatannya sebagai pegawai Kejaksaan Negeri Rangkasbitung untuk kemudian membuka lahan nya untuk digarap,”tuturnya